Subscribe:

Selasa, 20 November 2012

Kopi Tidak Berbuah Akibat Perubahan Iklim

 
Tapanuli Utara - Memasuki semester pertama tahun 2010 ini Petani kopi didataran tinggi Tapanuli mengalami kegagalan panen, dampak ini sangat dirasakan petani yang wilayahnya di ketinggian 1000 meter - 1300 meter diatas permukaan laut (dpl). Jenis Tanaman Kopi di kawasan tersebut umumnya baru Arabika,bahasa sehari–hari di sebut’kopi pendek‘ atau 'kopi ateng'.
Sejak bulan April sampai awal juni biasanya raut wajah petani kopi berseri-seri karena mereka telah mengantongi uang hasil penjualan panen  buah kopi,sekarang  yang tampak suara keluhan sebab tanaman kopi tidak berbuah.


Minggu, 18 November 2012

Pembibitan dan Penyemaian Tanaman Kopi

Dalam rangka bercocok tanam kopi, selain memperhatikan keadaan iklim serta jenis dan varietas yang akan ditanam, juga harus diperhatikan pekerjaan‐pekerjaan yang akan dilaksanakan, seperti:


A. Pembibitan Tanaman Kopi
Bibit yang akan ditanam dapat berasal dari:


  • Biji (zaaling), pembiakan secara genertaif.
  • Sambungan atau stek, pembiakan secara vegetatif.
  • Pembiakan bibit tanaman kopi dari kultur jaringan.

Sabtu, 17 November 2012

PENGARUH CUACA, IKLIM dan TANAMAN

1. Pengaruh iklim dalam produksi tanaman.
Hasil suatu jenis tanaman bergantug pada interaksi antara faktor genetis dan faktor lingkungan seperti jenis tanah, topografi, pengelolaan, pola iklim dan teknologi. Dari faktor lingkungan, maka faktor tanah merupakan modal utama. Keadaan tanah sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur iklim, yaitu hujan, suhu dan kelembaban. Pengaruh itu kadang menguntungkan tapi tidak jarang pula merugikan.
Lang membedakan tanah menjadi 2 tipe yaitu :
  1. Climate Soil tipe, adalah tanah yang pembentukannya dipengaruhi oleh hujan dan temperatur. Lang membuat istilah yang disebut dengan faktor hujan dengan rumus : R = r / t

Kamis, 15 November 2012

INTENSITAS CAHAYA PADA PEMBIBITAN KOPI


Tanaman kopi merupakan tanaman yang membutuhkan naungan sepanjang hidupnya. Tingkat naungan  tersebut berbeda-beda  sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman kopi, pada fase pembibitan atau umur muda tingkat naungan yang dibutuhkan lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada fase dewasa atau fase pertumbuhan generatif. Tingkat naungan yang tidak sesuai pada fase pembibitan akan menghasilkan kualitas benih kopi yang rendah.

PDF Cetak E-mail



  

Kamis, 16 Agustus 2012

PERSARIAN DAN PEMBUAHAN KOPI

     
Secara alami, bunga mangga muncul kurang lebih satu bulan setelah hujan berakhir dan memerlukan waktu sekitar empat bulan untuk dapat dipanen buahnya. Selama masa pembentukan dan perkembangan tersebut, i

Minggu, 05 Agustus 2012

PERTUMBUHAN BUNGA KOPI

         Tanaman kopi mulai membentuk promordia bunga pada akhir musim hujan dan diakhiri pada pertengahan musim kemarau. Dalam pembentukan primordia bunga sekitar 2-3 bulan, perkembangan berhenti (dorman) atau dikenal sebagai "stadium lilin" setelah terbentuk kuncup-kuncup bunga sepanjang 8-12 mm.
          Dorminasi stadium lilin tersebut dapat dipatahkan oleh crah hujan minimal 3-4 mm. Bunga kemudian tumbuh lagi setelah ada rangsangan air hujan dan akhirnya membuka/mekar. Apabila selama stadium lilin tanaman mengalami kekeringan , kuncup-kuncup bunga tersebut akan berwarna ros ( kekunigan) atau kering sebelum sempat mekar. Bunga yang berwarna ros masih bisa mekar setelah terkena hujan, tetapi praktis tidak terjadi pembuahan

Jumat, 03 Agustus 2012

PEMEKARAN BUNGA KOPI

        
Pemekaran bunga kopi memerlukan hujan sebagai pemicu utama untuk membangun kembali kuncup-kuncup bunga yang dorman tersebut dan terus tumbuh sehingga dala waktu sekitar tujuh hiri bunga sudah mekar. Agar kuncup-kuncup bunga yang dorman dapat tumbuh kembali, memrlukan masa kering (water stress) sebelumnya., Bunga kopi mekar saat menjelang metahari terbit, yaitu antara pukul 04.00-06.00 pagi hari.
         Dalam keadaan kekeringan, pemekaran dapat dirangsang dengan irigasi, terutama irigasi curah (sprinkler irigation). Dengan demikian, bunga dapat dihindari dari kekeringan dan kematian. Pemberian air untuk keperluan semacam ini dikenal sebagai flowering shower. Apabila tanaman mengalami kekeringan setelah bunga-bunganya mekar, pentil-pentil buah akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya. kuncup bunga dibandingkan pentil-pentil buah lebih tahan terhadap kekeringan. Karena tidak turuh hujan, sisa-sisa mahkota bunga  yang telah kering (susur/pruim) tidak dapat terlepas dari dompolah pentil buah. Susur ini sangat disukai oleh kutu putih, yang banyak meimbulkan gugurnya pentil baru. Disamping itu, buah yang terdapat pada cabang-cabang yang gundul umumnya mengalami penguguran karena seluruh daunnya telah rontok. Sering kali buah tersebut masih dapat tumbuh terus, tetapi sebagian yang akan menjadi "kopi malam", yaitu kopi yang matang sebalum waktunya dengan biji kerdil ata sama sekali tidak berbiji dikenal dengan sebutan gabuk (voos).   

PEMBENTUKA BUNGA KOPI

         
          Tanaman kopi membentuk bunga dari mata tunas yang berada di ketiak-ketiak daun pada cabang yang mengarah mendatar. Masing-masing ketiak daun terdapat di sekitar 5 mata tunas. Cabang kopi arabika biasanya terdapat 3-5 mata tunas. Setiap buku dari cabang plagiotrop terdapat satu pasang  daun yang saling berhadapan 5 mata tunas sehingga setiap buku dari cabang terdapat sekitar 10 mata tunas. Setiap mata tunas dapat tumbuh membentuk argan vagetatif (cabang dan daun), membentuk organ generatif (bunga, buah, dan biji), atau

Kamis, 02 Agustus 2012

PERDAGANGAN KOPI

          Rantai perdagangan kopi yang paling sederhana adalah petani sebagai penghasil biji kopi yang dijual kepada pedagang pengumpul dalam jumlah kecil, kemudian pedagang pengumpul menjual kepada pedagang besar, dari pedagang besar dijual kepada pengusaha kopi.
          Umumnya pola perdagangan kopi dipengaruhi oleh tingkat jumlah kelancaran transportasi, terutama di daerah terpencil. Daerah dengan trasportasi cukup lancar keberadaan

PERKEMBANGAN KOPI ROBUSTA

      
    Pengusaha kopi robusta awalnya untuk mengatasi kerusakan tanaman kopi rabika akibat serangan penyakit karat dau. Kini tanaman kopi robusta telah berkembang pesat dan mendominasi areal tanaman kopi di indonesia. Usaha penanaman kopi robusta terus berkembang sehingga memerlukan usaha perbaikan bahan tanamannya melalui kegiatan pemuliaan tanaman kopi robusta pertama kali dilakukan di kebun percobaan miliki pemerintah belanda (Governement Proeftuin) di bangelan (malang) tahun 1911-1923 yang menghasilkan sumber bahan tanam

Senin, 30 Juli 2012

PERKEMBANGAN KOPI ARABIKA

       
          Kopi arabika pertama kali di budidayakan di indonesia pada tahun 1696. Dalam rangka mengatsi masalah penyakit karat daun, telah dilakukan seleksi pohon induk dari populasi kopi arabika yang ada serta penyilangan antartipe kopi arabika atau dengan varietas lain. Kegiatan pemuliaan tersebut telah menghasilkan beberapa varietas anjuran,yaitu BLP (Blawan Pasumah) 10, BLP 11, dan 1-jember yang dikenal sebagai typika jaya (java typica) yang masih peka terhadap penyakit karat daun. Persilangan antara varietas tersebut dengan kopi
Terima kasih karena telah mengunjungi blog kami